Home > Article > Perawatan Plafon & Partisi Gypsum
 
 

 
 
 
 

Perawatan Plafon & Partisi Gypsum

Meskipun relatif lebih mudah dalam aplikasinya, material gypsum sebagai bahan dasar plafon memiliki kelemahan yakni tidak tahan terhadap air. Dan bila terjadi rembesan air dari atap mengenai plafon, gypsum tersebut akan meninggalkan noda bercak pada permukaannya.

Bila tidak terkena air, plafon dengan material gypsum bisa tahan lama. Tapi bila sudah terkena air seperti rembesan dari atap akan membuat gypsum terlihat kotor akibat bercak dari rembesan air. Walau rentan terhadap air tapi bukan berarti masalah tersebut tidak bisa diatasi. Sebab, noda yang mengganggu keindahan serta estetika tampilan plafon itu dapat ditambal kembali sehingga kembali ke bentuk semula. Caranya cukup mudah yakni bagian terkena bercak dipotong menggunakan cutter selanjutnya ditambal dengan kompon dan didempul serta dicat ulang. Dengan cara seperti ini tampilan plafon akan kembali indah. Masalah lain yang bisa muncul adalah kehadiran jamur akibat lembab. Ini pun sebenarnya cukup melalui penanganan sederhana yakni mengolesinya dengan cat minyak. Setelah kering, segera lapisi bagian tersebut dengan cat tembok agar tampilannya kembali seperti semula. Berbeda dengan bahan triplek (plywood), material ini mudah menggelembung atau timbul flek berwarna coklat. Untuk memperbaikinya harus mengganti keseluruhan permukaan papan yang bermasalah. Sementara bahan gypsum hanya butuh merapikan pada bagian kotornya saja.

Keuntungan lain penggunaan gypsum adalah bisa digunakan kembali setelah dibongkar. Cukup mendempul bagian yang berlubang bekas paku atau mur, gipsum bisa difungsikan kembali tanpa perlu mengeluarkan biaya ekstra.

 

 
 

Plafon Gypsum, Plafon Acoustic & Partisi Gypsum